10 Sikap Profesional yang Penting untuk Diterapkan di Kantor

 
 
Setelah minggu lalu agan sista tahu gimana cara menentukan kerjaan yang tepat, minggu ini ane mau ngelanjutin dengan topik tentang profesionalisme di tempat kerja.
Buat yang belum tau, perkenalkan sekali lagi nama ane Maya Arvini. Ane professional (aka wanita karir) yang kebetulan penulis dan suka bagi ilmu. Bagi yang masih penasaran siapa ane, cek aja profil lengkapnya di link ini  (www.kaskus.co.id). Agan dan sista bebas buat nanya dan curhat di sini. Ane bakal seneng banget kalo bisa membantu.

Kata professional sebenarnya sering banget kita denger, apa lagi buat yang lama udah kerja. Ada yang merujuk kepada profesi tetapi ada juga yang merujuk pada sifat. Misalnya, agan nanya ke temen agan “eh agan kerjanya apa?”, nanti temen agan, “oh ane pekerja professional”, tapi ada beberapa kondisi khususnya misalnya kita ada insiden dengan orang lain maka kata-kata yang keluar seperti, “Ih ga professional banget itu orang”. Sering kan denger yang seperti ini dikantor ?

Quote:Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi professional itu artinya berkaitan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Kalau melihat definisi di Wikipedia, seorang professional itu adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya.

Kalau melihat definisi sepertinya ga susah menerapkannya ketika kita bekerja padahal kalo dijalanin ternyata tidak mudah lho. Dan profesionalisme itu sudah pasti dibutuhkan dalam bidang apapun di dunia kerja. Berikut ane coba menjabarkan hal-hal yang mencerminkan kita itu professional di tempat kerja:
1. Tepat Waktu

Urusan mengenai tepat waktu alias on-time kelihatannya sepele padahal cap suka telat itu sudah melekat bagi orang Indonesia. Belum lagi yang tinggal di Jakarta biasanya pakai alasan macet. Padahal tepat waktu atau tidak itu sebenarnya tergantung pada komitmen diri sendiri. Pengalaman ane, kalau urusan on-time dikantor paling banyak dipengaruhi oleh kultur perusahaan. Kayak ane sekarang punya bos yang orangnya ga cuma tepat waktu tapi selalu hadir di meeting 30 menit sebelumnya.

Sekarang ane udah membiasakan diri untuk minimal hadir 15 menit sebelumnya di tempat rapat. Ane juga membiasakan diri untuk menyiapkan agenda dan bahan meeting dan ane sudah mengkomunikasikan jauh-jauh hari ke orang-orang yang ane undang meeting. Ini tujuannya supaya meeting berjalan produktif. Tepat waktu juga termasuk ketika kita ada deadline yang harus diserahkan. Kalau bisa sebelum deadline kita bisa menyelesaikan akan lebih baik, tetapi jika tidak dimungkinkan yang penting ga boleh telat. Dan sama aja kalau sampai terlambat karena alasan lain pun, agan jauh-jauh hari harus sampaikan ke bos agan kalau agan bakal telat kumpulin deadline dengan sebutin alasan yang bisa diterima bos agan.

Quote:Kalau sampai ada hal-hal di luar dugaan yang membuat agan terlambat, agan segera memberitahukan ke orang yang nunggu agan kenapa sampai agan terlambat dan kira-kira berapa menit lagi agan sampai. Ane sih biasanya minimal sms atau telepon. Kalau harus meeting diluar kantor, jangan lupa perhitungkan waktu dijalan.
2. Tepat janji

Ini juga sama, misalnya agan mau janjian ketemu orang. Dibiasain untuk bikin janji jauh-jauh hari, ini juga menghargai orang lain karena kita harus ngerti orang lain juga punya banyak kesibukan. Ane kalau bikin janji ketemu orang itu minimal satu minggu sebelumnya. Makin tinggi posisi orang yang kita janjian ketemu makin jauh-jauh hari lagi bikin janjinya, bisa minimal 2-3 minggu sebelumnya. Nah usahakan banget dari pihak kita apalagi kalau kita yang ajak rapat, kita yang punya kepentingan, jangan sampe dibatalin atau dijadwalkan kembali. Jadi kita sendiri juga belajar berkomitmen terhadap janji yang sudah kita buat.
3. Pegang Komitmen
Biasanya ini berhubungan sama omongan kita ke orang mengenai sesuatu hal. Paling sering ini berlangsung ketika meeting. Orang kalau meeting itu sebenarnya untuk menyelesaikan suatu persoalan. Jadi ketika dalam rapat kita sedang bahas bagaimana solusinya lalu sudah disepakati solusinya berikut waktunya, kita sebagai pihak yang harus merealisasikan janji tersebut harus memastikan kita akan realisasikan kapan dan bagaimana caranya.

Makanya kalau agan meeting di kantor, biasain untuk bikin catatan meeting, biasanya disebut dengan Minutes of Meeting (MoM), fungsinya ga cuma ngingetin agan tapi reminder untuk semua orang yang hadir di meeting, hal-hal apa saja yang disepakati bersama, hal-hal apa saja yang masih pending beserta waktunya masing-masing. Nantinya MoM ini dikirim ke seluruh peserta meeting setelah meeting selesai. Selain itu juga MoM ini bisa digunakan sebagai ringkasan untuk rapat berikutnya, untuk memastikan hal-hal yang ditunda kemarin apakah sudah dikerjakan atau belum.

Kalau setiap kita berjanji kita tepati, nantinya orang akan percaya sama kita, ini yang biasanya disebut dengan “credible”, artinya agan dapat diandalkan. Karena hanya orang yang menepati janji yang bisa dipercaya oleh orang lain. Sekali agan mangkir, maka orang akan bikin cap kalau agan orangnya ga bisa dipercaya.

Quote:“Kredibilitas behubungan dengan bisa atau tidaknya seseorang dipercaya dalam dunia kerja. Kredibilitas seseorang tidak diukur oleh dirinya sendiri, tapi oleh pihak luar yang memberikan penilaian terhadap orang tersebut” – Maya Arvini
*sumber Career First, halaman 57

4. Kompeten
Artinya agan tau kerjaan agan harus ngapain dan agan punya kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan agan tersebut. Kompeten atau tidak seperti kredibilitas, jadi orang lain yang menilai. Gimana cara tahunya kita kompeten atau engga ? Dalam melakukan pekerjaan agan sehari-hari biasanya agan ga terlalu menemui kendala. Kalaupun agan menemui kendala, agan tau harus tanya siapa untuk cari bantuan. Misalnya agan tanya bos agan, atau agan tanya rekan kerja yang ga pelit ngajarin agan. Kalau ternyata agan menemui kendala yang bersifat teknis, selama agan sadar agan ada kekurangan dan mau belajar, misalnya ikut training, ane yakin nantinya agan akan kompeten selama keinginan belajar itu ada.

Quote:Biasanya yang paling susah itu mengakui kalau kita ada kekurangan dan kalaupun mengakui ada kekurangan tapi kitanya males untuk memperbaiki diri. Analogi yang paling pas itu seperti atlet. Atlet-atlet yang biasa berlaga Internasional pasti menjalani serangkaian latihan yang ga kira-kira. Sama seperti penyanyi. Kan ga mungkin agan ga bisa myanyi tapi nekat bikin album. Yang ada latihan dulu yang banyak baru berikutnya kalau sudah pantas bikin album ya baru bikin album.
5. Sopan
Ini hal yang paling fondasi karena berhubungan dengan attitude atau sikap. Di kantor saya sekarang, banyak level direktur yang sudah melewati usia pensiun. Kadang-kadang komunikasi tidak terlalu lancar karena perbedaan usia yang sangat jauh. Makanya ketika generasi sekarang yang biasanya komunikasi via chat sering terjadi miss komunikasi ke pihak-pihak yang secara usia jauh lebih tua. Lagipula komunikasi via chat sebenarnya masih dianggap tidak formal, dan jika bicara konteks pekerjaan, komunikasi via chat hanya dilakukan jika kita sudah cukup dekat secara personal. Yang dimaksud dengan sopan disini maksudnya ketika kita berkomunikasi dengan orang lain kita harus bisa menyesuaikan dengan siapa kita bicara.

Kita bicara dengan bos kita atau dengan rekan kerja sudah pasti berbeda. Ga mungkin kalo kita lagi bicara formal misalnya melalui email mendadak memasukkan emoticon, begitu juga dengan chatting, kecuali kalo kita sudah dekat secara personal. Bersikap sopan juga penting ketika sedang meeting, antara lain menjaga diri dengan tidak main handphone ketika meeting berlangsung. Dan jika ada telepon yang harus diangkat karena penting dan mendesak, segera keluar dari ruang meeting sehingga tidak mengganggu orang lain. Hal ini penting karena artinya kita memghargai jalannya meeting.

Quote:Jangan lupa, kadang-kadang kita bisa menjaga tata krama dan bahasa kita ke orang-orang di atas kita, tapi lupa menjaga sopan santun ke orang-orang dibawah kita. Misalnya anak buah kita, atau bahkan ke security, office boy atau sekretaris.
6. Jangan Ikutan Bergosip
Orang suka lupa, kantor itu tempat bekerja. Jadi obrolan seperti ngomongin orang lain itu wajib dihindarkan. Repotnya kalau kita terlanjur bergosip mengenai orang lain, nanti orang akan men-cap kita sebagai tukang gossip.
Jika agan ga bisa menghindar ketika rekan-rekan kantor bergosip persis didepan agan, misalnya lagi makan siang bareng, ya agan cukup dengerin aja ga usah Kasih komentar atau terlibat dalam pembicaraan. Kalau sampai ada yang bertanya ke agan :”menurut lu gimana?”, agan cukup jawab kalau agan ga tau blum pernah ada pengalaman berinteraksi dengan orang-orang yang lagi digosipin oleh rekan-rekan kerja agan.

7. Jangan suka komplen

Komplen itu sebenarnya menularkan energi negatif. Kalau denger orang komplen bawannya jadi ikutan bete. Kalau ane biasanya langsung permisi bilang ada kerjaan kalau rekan kerja ane mendadak komplen tentang sesuatu hal. Kita juga harus membiasakan diri ga komplen. Kalau kita menemukan masalah ditempat kerja, daripada komplen si anu ga becus, si ini ga bisa kerja, mendingan energi kita kita alihkan ke hal yang positif. Misalnya gimana caranya memecahkan persoalan yang sedang dihadapi. Jadinya kita sendiri juga tidak menularkan energi positif ke orang lain.
8. Jangan Bawa Urusan Pribadi ke Kantor

Selain kerja sudah jelas kita pasti punya urusan pribadi. Apakah itu urusan pasangan agan, urusan anak agan atau urusan orang tua dan lain-lain. Selalu hindari membawa urusan pribadi ke kantor. Contoh nih misalnya agan baru abis putus pacaran trus bawaannya sedih terus yang ada mendadak nangis dikantor gara-gara keinget mantan pacar, ini sih ga keren banget tuh gan. Kalau sampai agan ga kuat karena lagi banyak masalah pribadi, ane saranin untuk agan ambil cuti. Intinya masalah Pribadi memang ga boleh di bawa kekantor apalagi sampe mengganggu produktivitas agan bekerja.
9. Bersih Bersih Media Sosial

Sekarang ini jaman media sosial, ane jamin agan pasti punya segala jenis media sosial. Pernah ga sih agan ketik nama agan di internet dan kira-kira keluarnya apaan ? Penting buat kita menjaga image kita melalui media sosial yang kita punya. Ga cuma teman-teman kita yang akan menilai kita orangnya seperti apa dengan melihat media sosial kita, tetapi juga perusahaan jika sedang mengecek background agan melalui internet. Jadi memang tidak bisa dianggap sepele.
Trus buat apa kita bersih-bersih media sosial kita? Yang paling penting buat ngebersihin image kita yang semisal terkesan kekanak-kanakan, ga dewasa atau ada hal-hal lain yang memang tidak pantas untuk dilihat. Jadi abis baca thread ane ini agan langsung ya cek and re-check media sosial agan.

10. Menjaga Penampilan
Dimana pun kita bekerja dan sebagai apapun kita bekerja kita harus selalu menjaga penampilan. Menjaga penampilan itu maksudnya bukan setiap hari pake setelan jas, itu sih lebay juga, kecuali kita udah jadi orang nomer 1 di perusahaan kita. Dan seorang Presiden Direktur ga tiap hari juga sih pake setelan jas. Yang penting itu kita bisa menyesuaikan penampilan kita dengan acara yang kita hadiri. Misalnya kita akan meeting dengan klien, ga mungkin dong kita pakai kaos oblong atau sandal? Yang harus diingat bagaimanapun penampilan kita, kita itu representasi dari perusahaan. Jadi image perusahaan bisa kena impactnya kalau kita tidak menjaga penampilan kita.

Tips dari ane, penampilan sehari-hari untuk bekerja tentunya menggunakan pakaian formal seperti celana/rok bahan, kemeja dengan sepatu tertutup, jangan lupa rapi disetrika. Walaupun kita bekerja di industri media, internet atau dunia kreatif, kalau kita meeting ketemu pihak luar ane akan tetap menyarankan untuk berpenampilan formal. Sekali lagi, ga ada salahnya lebih rapi ketimbang engga rapi, karena kalau engga rapi orang lain akan menganggapnya agan ga sopan.

Ini tips kalau agan diundang acara, kalau agan engga yakin dengan kostum yang digunakan untuk acara tertentu, misalnya event kantor, saran ane agan jangan segan-segan untuk bertanya ke bos agan. Karena ada beberapa event perusahaan yang memang menggunakan dress code sendiri sebagai bagian dari acara event tersebut. Misalnya pakai batik, agan tanya lebih detil batik yg kayak gimana. Batik lengan pendek, batik lengan panjang, batik klasik apa batik modern, misalnya. Dari pada salah kostum mendingan agan bertanya dulu jauh-jauh hari.


Katakanlah agan sista udah ngejalanin sikap-sikap profesionalisme yang ane sebutin diatas. Trus apa lagi berikutnya yg harus dilakukan? Pertahanin gan. Membangun image professional itu susah, apalagi menjaga profesionalisme secara konsisten. Nantinya kalau agan itu professional, kerja agan akan terasa lebih menyenangkan.
Sekian tips-tips dari ane semoga bermanfaat.   Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/551d0ecba09a397c3b8b456a/10-sikap-profesional-yang-penting-untuk-diterapkan-di-kantor/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Batu Jasper